Jumat, 26 Januari 2007

MEMBUAT USB LINUX

eh ternyata g susah lho nginstall linux lewat usb drive ni artikelna tak ksh cuma-cuma gratis g ush bayar

MEMBUAT USB LINUX
Pernah membayangkan menjalankan PC tanpad harddisk atau drive CD, menggunakan OS yang bisa disimpan di dalam kantong Anda? Anda bisa, dan ini gratis.
1. Pilih USB Drive Beberapa langkah ke depan kita nanti akan membuat partisi. Ini merupakan hal yang berbahaya kecuali jika Anda tidak masalah dengan apa yang Anda lakukan. Dengan demikian kami sarankan untuk tidak mencobanya pada USB drive baru – gunakanlah yang lama. Linux sudah bisa muat di dalam USB 128MB, tetapi Anda membutuhkan perangkat penyimpanan lain jika ingin menyimpan sesuatu. Anda bisa mencoba memisahkan membagi partisi di dalam flash drive, tetapi ini lebih sulit dari yang terlihat, sehingga kami tidak menyarankannya.
2. Jalankan LinuxSecara umun, flash drive sudah dikonfigurasi dengan format yang cocok untuk menjalankan distribusi Linux, karena untungnya banyak distro Linux modern tidak memaksa harus menggunakan system file ext32, atau menggunakan partisi khusus. Jumlah sistem file dan variasinya tidak sedikit, jadi pastikan Anda menggunakan yang tepat. Pertama kita jalankan Linux, jadi masukkan Live CD yang Anda suka. Di sini kita akan menggunakan Knoppix (http://www.knoppix.org/). Setelah OS berjalan dan tampil pada layar, masukkan USB drive dan icon baru muncul pada layar – shortcut ke USB drive model Windows.
3. Umount USB DriveDi dalam Knoppix 4.0, yang telah meng-update arsitektur internalnya untuk mengikuti pertumbuhan populasi USB drive, drive akan berada di /dev/sda1. Jika Anda menggunakan versi Knoppix yang berbeda maka USB drive mungkin berada di /dev/uba1. Pertama pastikan drive tidak di-mount. Klik kanan icon-nya yang di dalam Knoppix. Jika ada opsi ‘mount’ maka itu berarti drive tidak di-mount, jika tidak klik ‘unmount’ untuk memutuskannya dari sistem. Cara lain adalah dengan mengecek folder /mnt/; jika berisi sda1 (atau uba1), buka command line dan ketik ‘sudo umount /dev/sda1 /mnt/sda1’ untuk memutuskannya.
4. Hapus Partisi LamaMembuat partisi adalah pekerjaan berikutnya yang harus dilakukan. Pertama, buka command prompt, lalu ketik ‘cfdisk’ diikuti oleh drive tujuan (misalnya cfdisk /dev/sda), untuk melihat partisi yang ada pada drive. Kemungkinan besar hanya ada satu pastisi, dan itu adalah FAT32. Sekarang hapus partisi dan ganti dengan yang sedikit lebih berguna. Arahkan kursor ke ‘Delete’ dan tekan [Enter]. Cfdisk tidak melakukan proses yang destruktif, jadi jangan terlalu khawatir. Selanjutnya kita tentukan partisi baru tempat Linux akan berjalan. FAT16 merupakan format yang kami temukan paling kompatibel.
5. Buat Partisi BaruPilih ‘New’ dari menu, pilih ‘primary’ sebagai jenis partisi, dan pastikan partisi yang baru memenuhi drive. Setelah Anda melihatnya tercantum, pilih ‘Type’ dan Anda akan menerima jenis sistem file dan deretan angka heksadesimal. Kami sarankan Anda memilih 06, untuk FAT16. Terakhir, pilih ‘Bootable’ untuk memastikan drive bisa menjalankan OS. Sekarang, karena Anda telah membackup isi flash drive Anda tentuk tidak akan terlalu khawatir mengubah struktur dan kehilangannya data yang telah disimpan, bukan? Karena itulah yang selanjutnya akan terjadi. Pilih ‘Write’ dan ketik ‘yes’ untuk menulis table partisi yang baru.
6. Instalasi LinuxBoot kembali ke dalam Windows, dan selesaikan persiapan flash drive dengan memformat partisi. Pastikan dalam format FAT, bukan FAT32. Kita gunakan Feather Linux (versi mini dari Knoppix) sebagai USB OS karena ukuran dan kemudahan instalasinya. Ada juga Puppy Linux, Flonix, dan SPB-Linux – masing-masing mendukung instalasi USB secara langsung, masing-masing juga menggunakan metode yang berbeda. Dengan Feather, instalasi dilakukan dengan mengextract versi USB langsung ke partisi primary flash drive. Jika Anda beruntung, hanya itu saja. Dengan USB drive terpasang, restart komputer Anda. Pada waktu melihat boot prompt, tekan [Enter] untuk menjalankan Linux.
USB Drive Tidak Mau Boot?Jika tidak bekerja, ada beberapa penyebab. Pertama BIOS Anda mungkin belum dikonfigurasi supaya boot dari USB drive, jadi naikkan USB Zip, USB HDD, Removable Device atau model USB drive Anda sebagai perangkat booting primer. Penyebab lain adalah master boot record drive (MBR) belum dikonfigurasi supaya bootable. Jika Anda mendapatkan pesan seperti ‘Boot failed’ atau ‘NTLDR is missing’ maka bisa dipastikan itu masalah MBR. Solusinya adalah dengan boot ke dalam Windows dan menggunakan aplikasi bernama syslinux (http://tinyurl.com/9qukt - pastikan versi 2.11). Buka jendela command prompt, pindahlah ke direktori Win32 di dalam direktori di mana Anda meng-unzip syslinux, dan ketik syslinux g: (atau huruf yang digunakan USB drive) untuk mengupdate MBR USB drive.

sumber:www.pcmedia.co.id
blog comments powered by Disqus

Popular Post

 
Enriko Damas is proudly powered by Blogger.com