Senin, 01 Februari 2010

Teknologi High Definition di Ponsel

LONDON - Teknologhi High Definition (HD) selama ini dikenal memiliki fungsi menajamkan tampilan gambar pada layar televisi. Ternyata bukan itu saja fungsi teknologi HD. Teknologi tersebut bisa pula ditanamkan pada ponsel untuk mendapatkan kualitas suara telepon yang lebih jernih.

Jika sudah diterapkan, teknologi ini menjanjikan para pengguna ponsel bisa melakukan panggilan ke luar dan menerima panggilan berkualitas HD. Mereka bisa menelepon dan mendengar suara dengan jernih tanpa harus berteriak-teriak, sekalipun mereka tengah berada di keramaian atau sedang dalam perjalanan di kereta api misalnya.

Telegraph, Senin (1/2/2010) melansir, agar teknologi ini bisa bekerja, ponsel milik si penelepon maupun si penerima panggilan harus sudah terinstal peranti lunak khusus teknologi ini. Selain itu, perusahaan mobile phone perlu mengupgrade jaringan mereka.

iPad Lebih Unggul dari e-Book Reader Lainnya

Toko buku elektronik yang dilahirkan Apple untuk iPad, bisa menjadi ancaman bagi Amazon dengan Kindle-nya. Bukan hanya itu, ia juga mengancam piranti pembaca buku elektronik (e-reader) lainnya.

Apple memang memposisikan iPad sebagai, salah satunya, pembaca buku digital. Untuk itu perusahaan yang dikomandani Steve Jobs ini telah mengumumkan aplikasi buku elektronik bernama iBooks.

Sebanyak lima penerbit telah setuju untuk memperkaya perpustakaan iBooks lewat toko online bernama iBookstore. Mereka adalah Hachette, HarperCollins, Macmillan, Penguin dan Simon and Schuster.
Keberadaan iBooks disinyalir bisa jadi ancaman bagi Kindle, perangkat pembaca e-book dari Amazon. Ini karena ada beberapa keunggulan dari iBooks dibandingkan buku-buku Kindle.

Hacker China Bobol Google Lewat Situs Jejaring Sosial

Perseteruan Google dengan pemerintah China hingga sekarang masih terus menghangat. Google sebelumnya mengancam untuk hengkang dari China setelah sejumlah hacker menyerang para pemilik akun gmail. Bagaimana cara hacker untuk menyusup ke akun Gmail dan menyebarkan malware di situs mesin pencari tersebut.

Financial Times melaporkan, para hacker mengawali aksinya dengan mencari alamat instant messaging (IM) para karyawan Google di china melalui situs jejaring sosial.

Orang yang diduga melakukan penyerangan ke Google dan sejumlah perusahaan kemudian meminta untuk menjadi 'teman' para karyawan Google. Ketika mereka telah menjalin pertemenan itulah, para hacker mengirimkan link yang berisi malware kepada para karyawan. Dengan demikian, malware akan menyebar begitu karyawn Google meng-klik link tersebut.

Goojje <> google


Negara China selama ini memang mahir soal meniru produk-produk global, yang kemudian dijual sebagai produk Aspal (Asli tapi Palsu). Baru-baru ini, negara tersebut juga menirukan mesin pencari Google.

Mesin pencari bernama Goojje itu, tidak hanya mirip dalam hal penggunaan nama. Akan tetapi juga dalam jenis layanan, dan tampilan. Bahkan, konten di dalam Gojje juga sangat mirip dengan Google. Ternyata, dalam bahasa Mandarin sendiri, akhiran kata 'jje' mempunyai arti kakak perempuan. Sedangkan Google, yang berakhiran kata 'gege' mempunyai makna sebagai kakak laki-laki.

Kendati mesin pencari Goojje merupakan layanan buatan asli negeri Tirai Bambu, bukan berarti mereka diberi kebijakan yang istimewa. Sebab, konten di dalam Goojje juga mendapat sensor ketat dari pemerintah. Tidak seperti 'saudaranya, Google, mesin pencari Goojje sangat mematuhi aturan tersebut.

Popular Post

 
Enriko Damas is proudly powered by Blogger.com