Selasa, 10 Februari 2009

ATI Rilis VGA 40nm Pertama di Dunia Bulan April

ATI menjadi produsen chip VGA pertama dengan pembuatan 40nm. Produk pertama akan keluar untuk mengantikan VGA RV735, perkiraan sudah diumumkan secara resmi pada awal April mendatang.

Chip GPU tipe mainstream sebelumnya dengan 55nm yaitu 4650 dan 4670 memiliki penjualan yang baik. Tetapi kalah baik pemasarannya dibandingkan GeForce 9600GT.

Nvidia juga menyiapkan 40nm diwaktu yang sama seperti ATI. Dan tetap menargetkan VGA baru mereka untuk berkompetisi di kelas produk mainstream. Dari ATI, tipe RV740 dapat membantu pasar mainstream VGA ATI.

---------------------------------

AMD/ATI recently introduced the Radeon HD 4800 line-up of graphics cards, featuring the 55nm RV770 core. The cards have only just become available, but there are a lot of rumors on the RV770's successor already. It's been known for a while that the RV870 would be a die-shrink of the RV770, in other words, a smaller production process with the same architecture. AMD/ATI has now announced that the smaller process will be the 40nm one.

The 40nm RV870 3D-chip is codenamed Lil Dragon, AMD/ATI claims twice the performance-per-Watt compared to the RV770. Lil Dragon would be about 20% faster than it's predecessor, while maintaining a lower power consumption. It's rumored that the RV870 chip will feature 960 stream processors, the current RV770 has 800 of those.(ketok.com)

Papan Iklan Dikerjain Hacker Dengan Peringatan 'Awas Ada Zombie di Depan'

Di Austin ada cerita konyol lagi. Pagi pagi pengendara mobil dikejutkan dengan 2 pengumuman papan peringatan jalan. Papan peringatan biasanya berhubungan dengan informasi kondisi jalan, tetapi class="fullpost">hari itu tampil dengan tulisan "The end is Near", berikutnya "Caution! zombies ahead" terus ada peringatan terakhir "Nazi Zombies Run".

Papan peringatan ternyata dikerjain, dan sempat tampil dalam beberapa jam dengan pesan aneh. Akhirnya kepala proyek jalanan mengembalikan pesan seperti semula. Hacker iseng membuka kunci dari papan peringatan dan merubah pesan dari computer billboard.

Google Earth Kini Mampu 'Melihat' Hingga Mars & Dasar Laut

Meski masih menuai pro dan kontra tentang kehadirannya, Google Earth terus memperkaya inovasinya. Kali ini, pencinta peta digital dapat menggunakan Google Earth untuk melihat lautan, bahkan hingga ke Planet Mars.

Fitur baru ini hadir dalam software yang memungkin seseorang melihat citra gambar tentang ke dalaman laut, kondisi Mars. Tidak hanya itu saja, dengan Google Earth mampu menampilkan kondisi Bumi yang terbaru setiap waktunya.

Aplikasi yang diberi nama Google Earth 5,0 telah diujicobakan di California Academy of Sciences di San Francisco. Pada saat peresmiannya Senin kemarin, hadir mantan Wakil Presiden Amerika Serika Al Gore, penyanyi Jimmy Buffet. Kedua tokoh tersebut menyambut baik kehadiran Google Earth generasi baru tersebut.

Mereka mengatakan, perangkat ini bagus untuk mengetahui keadaan Bumi sesungguhnya dari ancaman pemanasan global, termasuk untuk memberikan pendidikan bagi masyarakat tentang kondisi alam semesta dan Bumi secara nyata.

"Ini merupakan alat pendidikan yang sangat kuat dan bagus," puji Al Gore, seperti yang dikutip Associated Press, Selasa (3/2/2009).

"saya berharap bahwa orang di seluruh dunia akan menggunakan Google Earth untuk melihat sendiri kenyataan dari apa yang terjadi karena krisis iklim," sambungnya.

John Hanke, Direktur Google Earth dan Maps mengatakan, ide penambahan gambar lautan datang sekira tiga tahun lalu. Ketika itu, seorang ilmuwan menyatakan sangat membutuhkan perangkat lunak untuk menganalisi hilangnya air yang meliputi hampir tiga perempat dari permukaan bumi.

"Dengan Google Earth, seseorang dapat menjelajah hingga ke dasar laut dengan tampilan gambar 3 dimensi," pungkas Hanke. (okezone)

Koneksi Internet Indonesia Paling Mahal & Lelet di Asia Bahkan Dunia

Layanan internet (broadband) di Indonesia adalah salah satu yang terburuk di dunia, bahkan di Asia. Tingginya tarif internet belumlah sebanding dengan layanan, yaitu kecepatan akses data yang memuaskan.

Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Riset Sharing Vision Dimitri Mahayana di Bandung, Minggu (1/2).

"Tarif internet di Indonesia itu 300 kali lebih mahal daripada di Jepang. Di sana, tarif layanan termurah dilepas di USD 0,13 per megabit/detik. Di tempat kita, yang paling murah Fastnet, ada di USD 15 per megabit/detik," tutur dosen Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung ini mengutip data dari riset OECD (Organisation for Economic Co-Operation and Development.

Rata-rata di Indonesia, tarif layanan internet adalah USD 50 (Rp 550.000 per megabit/detik. Yang jadi masalah, kecepatan akses rata-rata di Indonesia 256 kilobit per detik. Sementara, kecepatan akses di Jepang mencapai 93. 693 kilobit/detik. Maka, dari hasil survei Sharing Vision, kondisi ini mengakibatkan tingkat kepuasan dan ketertarikan berlangganan internet menurun. Dari 84 persen menjadi 66 persen di tahun berikutnya.

"Kalau lambat dan mahal seperti ini ya repot. Ibaratnya dengan negara lain, kita naik sepeda mereka naik Rolls-Royce. Padahal, banyak hal dan ilmu yang bisa kita dapat dari internet," tuturnya.

Minimnya konten dalam negeri dan lemahnya infrastruktur, yaitu jaringan backbone di Indonesia adalah beberapa penyebab buruknya layanan internet di negara kita. (kompas)

Popular Post

 
Enriko Damas is proudly powered by Blogger.com